Selasa, 06 Oktober 2015

Kliping berita Taufiqulhadi,Akbar Faisal, dan seputar Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Nasdem dalam berita kasus salim kancil

 Taufiqulhadi anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi Nasdem terus gencar menggelar sosialisasi MPR RI, termasuk kali ini acara sosialisasi tersebut di gelar di Kantor Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Jember Kamis (3/9). Kegiatan ini dimaksudkan agar semua masyatakat Indonesia terutama warga Jember yang bergabung dengan LDII memahami nilai-nilai empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, sehingga masyarakat memahami arti pentingnya empat pilar yang menjdi kunci pokok keutuhan NKRI "Kepada semua anggota dan pengurus LDII Jember mari kita  memahami dan mengimplementsikan nilai-nilai kebangsaan, sehingga bangsa kita semakin kuat dan disegani bangsa lain," ujar Taufiqulhadi.
http://infopoljatim.com/jatim/item/2837-taufiqulhadi-anggota-komisi-iii-dpr-ri-fraksi-nasdem-terus-gencar-sosialisasi-mpr-ri


Anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi meyakini tindakan Kepala Desa Selok Awar Awar, Lumajang, Jawa Timur, Hariyono membekingi pertambangan ilegal dan membuat aktivis antitambang Salim Kancil meregang nyawa secara sadis, terjadi karena praktik politik dan hukum yang korup.
Ilustrasi: Twitter
http://www.jpnn.com/read/2015/10/05/330859/Kata-Politikus-NasDem,-Salim-Kancil-Korban-Praktik-Hukum-Korup-

Komisi III Duga Pemda Terlibat di Pembunuhan Salim Kancil
Dari kunjungan mereka, anggota Dewan mendapati adanya penyalahgunaan wewenang dari oknum pemerintah daerah setempat untuk membiarkan penambangan pasir ilegal beroperasi. Selain itu, DPR menduga uang yang dihasilkan dari kerukan pasir itu mengalir ke banyak pihak.

Dalam kasus tambang pasir di Lumajang di mana aktivis Salim Kancil terbunuh, kepala desa setempat diduga telah memanfaatkan izin perusahaan yang sudah kadaluarsa demi kepentingan pribadi dan kelompok.

"Kepala Desa ini menjadi aktor utama dari meninggalnya warga petani di sana," ujar Akbar.

Saat melakukan kunjungan ke Lumajang, politikus Partai NasDem itu mengaku mendapat banyak pesan dan aduan yang masuk dari berbagai daerah dengan potensi kasus serupa. Aduan tersebut menurutnya datang dari Rembang, Trenggalek, Tuban, dan Bogor yang juga harus jadi perhatian DPR. http://www.cnnindonesia.com/politik/20151005144422-32-82886/pembunuhan-salim-kancil-komisi-hukum-berniat-panggil-kapolri/
Pembunuhan Salim Kancil, Komisi Hukum Berniat Panggil Kapolri

Komisi III DPR meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk turun tangan membongkar kasus tambang ilegal di Lumajang yang menewaskan aktivis tolak tambang Salim Kancil.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Dossy Iskandar, mengatakan hal itu dimaksudkan agar Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri jejak aliran dana hasil tambang ilegal di Lumajang.
Komisi III DPR meyakini ada transfer dana yang cukup besar yang berasal dari tambang ilegal itu.

Menurutnya, penambangan di Lumajang itu sudah berlangsung lama di Lumajang dan dipastikan melibatkan banyak pihak, termasuk kepolisian. Bahkan saat ini, Polda Jatim sudah memeriksa mantan Kapolres Lumajang AKBP Aries Syahbudin soal tambang ilegal tersebut. http://www.solopos.com/2015/10/06/aktivis-lumajang-dibunuh-dana-besar-diduga-mengalir-dari-tambang-ilegal-ppatk-diminta-bertindak-649554
Para aktivis Aliansi Santri Pencinta Lingkungan Tulungagung memperingati tujuh hari kematian Salim Kancil, Jumat (2/10/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Destyan Sujarwoko)

- https://news.detik.com/berita/3035820/komisi-iii-dpr-ada-pembiaran-tambang-ilegal-di-lumajang
- http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/10/03/nvlx9n354-ini-hasil-kunjungan-dpr-ke-lokasi-tewasnya-salim-kancil ("Harus diakui ada SOP yang salah. Jadi masyarakat (sudah) meminta perlindungan (kepada kepolisian)pada 10 September, tapi identifikasi (oleh kepolisian Lumajang) tidak dilakukan. Dan ternyata, masyarakat terus merasa terteror dan kemudian terjadilah pembunuhan itu," terang Akbar Faizal.  )

- https://news.detik.com/berita/3037098/dukungan-singkong-salim-kancil-saat-pilkades-pada-hariyono-dibalas-darah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar